Gerakan Pramuka adalah Gerakan (Lembaga) Pendidikan yang KOPLEMENTER (mengkomplitkan pendidikan yang didapat oleh anak/remaja/pemuda di rumah/KELUARGA-nya dan di SEKOLAH-nya), pada segmen yang belum ditangani oleh lembaga pendidikan yang lain dan untuk pelaksanaannya mengunakan Prinsip Dasar Kepramukaan dan Metode Kepramukaan ; di Alam Terbuka (out door activities), dan yang sekaligus dapat menjadi upaya "self education" bagi dan oleh anak/remaja/pemuda/pramuka sendirigoogle.com.
Pendidikan dalam kepramukaan diartikan secara luas adalah : Suatu proses pembinaan dan pengembangan sepanjang hayat yang berkesinambungan atas kecakapan yang dimiliki peserta didik, baik dia sebagai pribadi maupun sebagai anggota masyarakat.
a. Belajar mengetahui (Learning to know) untuk memiliki pengetahuan umum yang cukup luas dan untuk dapat bekerja secara mendalam dalam beberapa hal. Ini juga mencakup belajar untuk belajar, agar dapat memanfaatkan peluang-peluang pendidikan sepanjang hidup.
b. Belajar berbuat (Learning to do) bukan hanya untuk memperoleh kecakapan/ketrampilan, kerja, melainkan juga untuk memiliki ketrampilan hidup yang luas,termasuk hubungan antar pribadi dan hubungan antar kelompok.
c. Belajar hidup bermasyarakat (Learning together) untuk menumbuhkan pemahaman orang lain, menghargai saling ketergantungan, ketrampilan dalam kerja kelompok dan membereskan pertentangan-pertentangan, serta menghormati sedalam-dalamnya nilai-nilai kemajemukan (pluralisme), saling pengertian, perdamaian dan keadilan.
d. Belajar menjadi seseorang (Learning to be) agar dapat lebih mengembangkan watak serta dapat bertindak dengan otonomi/kemandirian berpendapat dan bertanggungjawab pribadi yang makin besar.
Demikian dapat diambil kesimpulan bahwa gerakan pramuka merekonstruksi paradigma antara lain :
1. Pendidikan watak dan kepribadian diberikan pada peserta didik pada saat peserta didik sedang asyik melaksanakan kegiatan yang menarik, menyenangkan, rekreatif dan menantang.
2. Pembina Pramuka yang memikul tugas dalam pembinaan watak/karakter peserta didik, harus bisa menciptakan kegiatan yang menarik, menyenangkan, rekreatif dan menantang.
3. Kegiatan kepramukaan yang menarik, menyenangkan, rekreatif dan menantang hanya bisa terwujud bilamana Pembina melibatkan peserta didik dalam perencanaannya.
4. Kegiatan kepramukaan lebih mengutamakan pada kegiatan di ALAM TERBUKA , sehingga setiap kegiatan kepramukaan mempunyai dua nilai yaitu nilai formal atau nilai pendidikannya yaitu pembentukan watak (Character building) serta nilai materiilnya yaitu kegunaan praktisnya.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar